Pernah punya barang yang harganya mahal untuk kantong kita ? Seperti rumah seharga 500 juta (eh, mahal gak tuh ?) Atau mobil seharga 200 juta (mobil segitu udah biasa kali ya ? ) dan lain - lain.
Rumah yang kita tinggali itu tiba-tiba perlu dilakukan renovasi karena banjir yang datangnya gak pake kabar dulu. Langsung hajar tembok depan. Jebol. Atau kendaraan yang biasa jadi kaki kita buat jalan kesana sini, tiba-tiba harus turun mesin, gara - gara salah satu komponennya rusak dimakan umur. Kendaraan mogok. Dan kita pun kembali ke asal, naik angkot.
Kantong duit kita terkuras. Jatah bulanan defisit hampir 100%. Jangankan mikir jajan, buat makan wajib aja harus mikir dulu gara - gara kesedot di perbaikan barang yang kita punya. Tidak diperbaiki, malah membuat semakin mahal biaya lainnya. Misal, rumah jebol gampang diintip maling. Mobil mogok gampang bikin oli mesin jadi kerak.
Perbaikan atau renovasi pun dijalani. Raut muka merengut menemani prosesnya. Sungut-sungut di hati susah ditutup-tutupi lagi. Ibarat mendung, pasti turun hujan. MADESU (masa depan suram) lah pokoknya. Proses perbaikan atau renovasi mencapai akhirnya. Rumah jadi ok atau mobil jadi ok.
Setelah mengalami proses tadi, muncul dua perasaan. Pertama, perasaan memiliki jauh lebih besar dari sebelumnya dan kedua, perasaan tidak perduli semakin menjadi - jadi. Sebab perasaan pertama karena saya sudah keluar biaya, waktu yang luar biasa banyak, jadi perasaan tidak rela berpisah semakin gila. Yang kedua, timbul akibat sungut-sungut yang keluar, perlu dilampiaskan. Sumpah serapah perlu lahan. Jadilah lahan itu namanya ‘tidak perduli’.
Bagaimana dengan anda ?


2 Comments
Perasaan saya kurang lebih sama, mas setiaji. Banyak hal yang membuat saya terkadang mengeluh dan tidak tahu harus berbuat apa. Ga bisa merencqanakan hidup ke depan karena kondisi negara yang ga menentu, seolah ga ada jaminan bisa mendapatkan peluang untuk sejahtera.
Tapi mungkin berpikir positif adalah solusi yang terbaik untuk kita mas. Orang hidup ga selalu di bawah kok, suatu saat pasti kita akan berada di atas…:-D
Ada persandingan yang berbeda Ji, rasa memiliki akan bersanding dengan kepedulian, demikian pula padanannya, rasa tidak memiliki dengan ketidakpedulian.
Ketidakpedulian yang muncul dari awalan rasa memiliki hanya sebuah ekses dari rasa tidak terima.
? entahlah…-
Post a Comment