Skip to content

Catatan Perjalanan: Menuju Rumah Pengantin Baru

31-Mar-08

Namanya Deni Zulkifli, teman sekelas di SMU. Pernah sama-sama merasakan menikmati pelajaran di kelas jurusan biologi. Gunung Gede-Pangrango pernah kita daki bersama dengan 2 rekan lainnya, Hotma dan Yudhi. Kata orang, kalau mau lihat sifat asli orang, ajaklah dia mendaki gunung. Disitu, aslinya akan kelihatan. Badan capek, lapar, kedinginan, campur jadi satu. Tidak mungkin ada pura-pura. Tidak mungkin bisa memberi jika dirinya pun butuh.

Minggu kemarin, ada sms masuk ke hp saya. Memberi tahu sang pemberi kabar akan melangsungkan pernikahan dengan bidadari pujaannya. Akhirnya, satu per satu kawan memasuki gerbang pernikahan. Tahap paling misterius dalam hidupnya. Tidak ada orang yang tahu isi dunianya selain mereka berdua. Gerbang pernikahan, seperti pintu dari kotak hitam. Tidak ada yang tahu dasarnya. Terbungkus oleh kulit kepribadian, sifat ego, kebiasaan dan lainnya.

Sayang beribu sayang, saya tidak dapat menghadiri resepsinya. Dengan alasan, di hari kerja jatuhnya. Keheranan saya tentang pilihan harinya yang berawal dari ketidaktahuan tentang ilmu hitung-menghitung hari, akhirnya tidak tertahankan juga untuk segera keluar dari kepala masuk ke mulut. Dan saat itu juga segera dapat jawabannya. “Dari pihak perempuannya, mau hari itu”. Case closed. Tutup buku.

Baru hari libur saya bisa menyambangi kediamannya yang baru. Tentu sekarang tinggal bersama nyonya pujaan hatinya. Berempat kita mengunjungi di siang hari. Dengan pertimbangan tidak mengganggu tuan rumah yang sedang “horny moon”.Selingan ramah tamah khas kawan lama yang sudah jarang bertemu. Gaya sewaktu SMU muncul lagi. Sindiran ke yang belum menikah, dilancarkan tuan rumah. Dan lainnya menyoraki seperti pertandingan sepak bola. Hari semakin siang, azan dzuhur tiba. Tiba-tiba, dengan jawaban diplomatis, sang tuan rumah berkata “Waduh belum mandi nih, dari tadi pagi sibuk bebenah” Tiada kata yang terucap dari kita berempat selain tertawa terpingkal-pingkal melihat merah muka sang tuan rumah. Ternyata, horny moon itu masih berlangsung….

Semoga pernikahan Deny diberkahi Allah SWT…..

Hanya penenang

24-Mar-08
Semua obatnya hanya berisi zat penenang. Untuk mengalihkan energi yang dikeluarkan pikirannya ke dalam aktivitas tidur. Dia butuh tidur seperti kita juga butuh tidur. Tetapi tidur yang diperlukannya melebihi kadar orang normal. Karena aktivitas berpikirnya melebihi orang normal. Seperti mesin yang dijalankan terus menerus, pasti butuh dimatikan. Efek tidak dimatikan, adalah rusaknya mesin secara permanen. Begitu juga pikiran. Harus diistirahatkan. Ditidurkan. Untuk kembali kepada Tuhannya.

Dia hanya butuh penenang. Tidak ada obat lain selain itu. Karena yang dirusak adalah pikiran. Rusak karena mendengar yang manusia lain tidak mendengar. Ada bisikan, halusinasi, ada objek yang nyata di depan matanya. Tapi tidak kelihatan di mata kita.

Gelas itu sudah retak

24-Mar-08
Ya Allah….aku mau sembuh !!! Itulah baris demi baris dari diarynya yang diberikan ke saya untuk dibaca. Curhat yang ditulisnya dalam sebuah tulisan untuk dibaca oleh orang yang dipercaya, membantu saya memahami isi hatinya. Seperti diberi peta pikirannya. Dia butuh seseorang untuk memahaminya, membantu memahaminya dari luar dirinya, sebagaimana kita butuh perhatian dari orang yang kita sayangi.

Ada saat dimana dia bisa menuliskan seluruh isi hatinya ke dalam diary, dan ada saatnya dia tidak bisa mengenali dirinya sendiri, bahkan untuk memilah apa yang dia pikir, seperti mengangkat barbel 100 kg untuk seorang anak berumur 14 tahun. Mustahil bisa menyetop semua lintasan pikirannya, yang berlari seperti kecepatan mobil formula satu. Semua berlomba-lomba untuk menuju garis finish.

Pikiran seseorang seperti gelas. Membentuk pribadi seseorang. Seperti identitas yang mengenali siapakah dirinya. Sekarang gelas itu sudah retak. Tapi belum pecah. Hanya retak. Tidak bisa sembuh seperti sedia kala, tapi bisa hancur berkeping-keping. Itulah mengapa seseorang yang mengalaminya disebut fenomena gelas retak. Dia ada tapi tidak bisa dilihat oleh mata telanjang.

Kasih sayang, komunikasi yang intens, mengerti batas akan mulainya sakitnya, akan membantunya pulih dari sakit. Tidak ada batasan waktu yang bisa diberikan. Sepanjang hayatnya, memerlukan orang lain untuk membantu dia memahami dirinya sendiri.

Kenaikan harga kebutuhan pokok..

17-Mar-08

Saya jadi teringat kondisi jaman di waktu sebelum meletusnya demonstrasi mahasiswa tahun lawas yang mengusung TRITURA ( Tiga Tuntutan Rakyat). Salah satu pointnya adalah turunkan harga. Ya turunkan harga, sudah jadi keharusan jaman sekarang ini. Artinya kondisi harga kebutuhan pokok di tahun 2008 ini sama dengan kondisi harga kebutuhan pokok sewaktu demonstrasi TRITURA.

Kondisi itu adalah banyak masyarakat yang tidak bisa lagi membeli kebutuhan pokok sehari-harinya. Mulai dari beras, cabai, minyak goreng sampai dengan susu bayi. Coba lihat harganya di pasar terdekat rumah anda sekarang, masih dalam batas kewajarankah harga-harga itu ? Kalau anda berpendapat masih wajar, mungkin otak anda harus segera discan di rumah sakit terdekat.

Manic Depression

15-Mar-08

Judul di atas adalah nama penyakit. Salah satu dari anak penyakit depresi. Bisa menimpa siapa saja, tanpa memandang umur dan gender. Efek dari penyakit ini adalah tidak bisa fokus ke dalam satu hal yang sedang dikerjakan. Pikirannya seperti gelanggang pacuan formula satu. Semua lintasan pikiran berebut menjadi yang terdepan dalam pikiran. Sehingga menyusahkan penderitanya untuk memilah-milah apa yang harus dikerjakan, bagaimana mengerjakannya, dan bagaimana menyelesaikannya. Sepintas seperti orang yang tertekan memikirkan banyak hal, tapi siapa sangka, sang penderita pun menginginkan untuk sembuh dari penyakitnya. Ingin bisa bebas dari lintasan pikiran yang amat sangat banyak dalam hitungan mili detik.

Bongkar separator busway !

11-Feb-08

Kalau dirata-rata dalam seminggu ada 5 pasien dengan kondisi cedera kepala yang masuk ruang ICU akibat menabrak separator busway, kata istriku yang bertugas di ruang perawatan operasi. Dan hampir semuanya diindikasikan terkena luka dalam atau organ dalam perutnya terluka.

Kegilaan macam apalagi ini yang dimunculkan akibat adanya jalur busway. Saya mendukung adanya busway, dan melihat kasus ini sebagai kurangnya perhatian dari orang-orang pintar di pemerintahan yang membangun busway.

Luka yang dialami penabrak separator busway, mulai dari hancurnya gigi depan sampai meninggal. Paling mengerikan adalah tampak luar tidak punya luka yang menganga tapi organ dalamnya hancur. Lambung yang memar sampai gegar otak.

Mau tunggu korban ke berapa lagi bapak ?! Carilah design yang tepat dengan kondisi lalu lintas di Jakarta. Kemana saja orang-orang yang kami anggap pintar itu ?

Powered by ScribeFire.

Jodoh

11-Feb-08

Temannya adik saya bertanya ke saya untuk ikut serta urun pendapat dalam rencananya memilih seseorang yang mau dijadikan pendamping hidupnya. Tanyanya ke saya, bagaimana baiknya saya harus bersikap kalau calonnya ini mengidap suatu penyakit yang bisa mencapai stadium parah jika tidak diobati. Haruskah dia memberitahu kepada kedua orang tuanya ?

Saya jawab, tidak perlu. Untuk apa memberi tahu penyakit seseorang kepada orang lain ? Bukankah nantinya orang tua hanya mengetahui kulitnya saja dari pernikahan ? Bukankah setiap orang pasti pernah sakit ? Apa lantas karena penyakit yang membiak di tubuhnya, dia tidak pantas menikah ? Itu alasan bertubi-tubi yang saya lontarkan.

Sepintas lalu mirip barang, ente bagus ane beli, ente semok ane bawa. Ngeri membayangkannya. Wajar kalau seseorang menanyakan penyakit yang dideritanya sebelum pernikahana, tp tidak wajar kalau penolakan yang keluar, akibat dari penyakitnya. Siapa coba yang mau sakit ? Sepertinya hampir 100% orang di dunia ini kalau ditanya begitu, jawabnya adalah tidak.

Powered by ScribeFire.

Aspal itu hilang kemana ya?

05-Feb-08

Jalan bolong-bolong di Jakarta udah biasa, apalagi kalau setelah diaspal, jalan bolong lagi, biasa banget. Saya ingat banget waktu itu anter istri cek kandungan, jalanan macet banget gara-gara bolongnya jalan udah gak bisa ditawar lagi. Bisa bikin oleng truk pengangkut buah+sayur. Itu jalan bolong pas di jalur busway dan jalur biasa. Saya jadi ndredek bawa istri saya lewat jalan itu. Takut kenapa-kenapa sama calon anak saya. Guncangannya itu lo.

Menjelang bulan tua kehamilan istri saya, jalan itu diaspal. Ruapi kinclong. Seneng banget rasanya lewat jalan itu kalau pas anter istri. Nyaman dan aman lah. Ngacung jempol lah buat PEMDA. Tapi apa mau dikata, sekarang itu jalan bolong lagi. Dan gilanya lagi, persis di lokasi yang sama dengan bolong periode lalu. Dan yang bikin edan kuadrat, Anak saya baru berumur 9 bulan sekarang, tapi itu jalan udah bolong lagi !!! Itu aspal larinya kemana ya ? Sebenarnya pake campuran terigu apa aspal sih untuk nambel bolong itu ? Heran ?!

Powered by ScribeFire.

Koq jadi parno sama hujan ya ?

05-Feb-08

Heran, gara-gara hujan tempo hari yang akhirnya Jakarta kebanjiran, sekarang saya jadi parno (paranoid) sama hujan. Hujan turun lagi semalem. Lumayan lama. Dan jantung saya dag dig dug. Aneh, padahal saya nggak ngalami kebanjiran, cuma ngerasain jalanan depan rumah yang udah gak kelihatan aspalnya, ketutup air. Memang sih di ujung gang, rumah tetangga saya kebanjiran sampe sepinggang.

Powered by ScribeFire.

Tempe campur singkong

05-Feb-08

“Mbak, tempenya masih gede-gede gak ?” tanya saya ke pengasuhnya Alfi. “Iya masih, ini dicampur singkong”, jawabnya. Ya ampun…tempe aja diudek-udek ya…mau gimana ini orang kayak saya yang hobi makan tempe. Tempe aja sekarang susah banget ngaturnya. Gimana mau ngatur yang lain ya? Ampun deh….

Powered by ScribeFire.

AJAXed with AWP